Minggu, 02 Agustus 2020

Tentang Islam


NABI Ibrahim as pernah berdoa dengan kata-kata yang sangat mengharukan: 

رَبَّنَا وَٱجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةٗ مُّسۡلِمَةٗ لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَيۡنَآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ  

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (Qs. al-baqarah/2: 128)

Dalam al-Qur’an kata Islam bermakna sebagai ad-din. Dan pelakunya disebut Muslim, artinya ‘orang yang tunduk’, yaitu tunduk pada kehendak Allah (submission to God’s will).

Islam sebagai ad-din memilki banyak aspek. Yang dijelaskan dalam banyak hadis tentang Islam adalah tentang aspek-aspek dalam Islam. Misalnya, dalam hadis riwayat Muslim diceritakan bahwa Jibril datang kepada Nabi saw dan para sahabatnya untuk mengajarkan tentang din mereka, yaitu tentang islam, iman, ihsan dan tanda-tanda kiamat. 

Jadi, Islam, iman, ihsan dan kiamat yang disebut dalam hadis tersebut adalah aspek-aspek dari Islam sebagai ad-din. Atau saat beliau ditanya tentang Islam yang afdhal, jawaban beliau adalah: 

‘Kaum muslim adalah mereka yang orang lain selamat dari lidahnya dan tangannya. ‘Engkau memberi makan dan engkau mengucapkan salam pada yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal'. Itu semua adalah aspek-aspek dalam Islam sebagai ad-din

‘...demikian pula halnya ‘Islam’. Bahwa kita mesti menyerahkan diri kepada Tuhan. Bahwa seluruh kekuatan kita terletak pada penyerahan diri yang menyeluruh kepada-Nya, apa pun tindakan-Nya kepada kita. Untuk kehidupan di dunia ini atau untuk kehidupan lain nanti. 

Apa pun yang diturunkan kepada kita, apakah itu kematian atau lebih buruk lagi dari itu, akan baik dan terbaik; kita menyerahkan diri kepada Tuhan. "Apabila ini Islam," kata Goethe, "Apakah kita semua tidak hidup dalam Islam?” Ya, semua kita yang memiliki suatu kehidupan moral, akan hidup secara demikian" (Thomas Carlyle, sejarawan Inggris) 

Aspek terpenting dalam menjalankan Islam sebagai ad-din adalah taqwa.

Tags :

bm
Posdai News

Redaksi

Connect