Carousel

Senin, 05 Oktober 2020

Posdai Salurkan Sembako untuk Guru Ngaji di Sambelia NTB


MATARAM -- Pos Dai sebagai lembaga yang fokus membantu para dai dalam berdakwah terus memberikan layanan terbaik bagi mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk berdakwah. 

Seperti yang dilakukan oleh Ustadz Muhajirin yang kini telah setahun bertugas di Pesantren Masyarakat Hidayatullah Lombok Timur, tepatnya di Desa Padaksiar, Sambelia. 

Dalam menjalani tugas dakwah, Ustadz Muhajirin bersama istri dan satu anaknya rela tinggal di sebuah gubuk di tengah area terbuka. "Ini tugas dakwah, dikasih tempat ini, Alhamdulillah," ucapnya dengan tersenyum.

Dalam kesempatan awal Oktober 2020 Pos Dai NTB memberikan bantuan sembako untuk Ustadz Muhajirin yang juga seorang hafidz Quran 30 juz.

"Kami melihat sangat luar biasa dedikasi Ustadz Muhajirin dalam dakwah melalui Pesantren Masyarakat Hidayatullah Lombok Timur ini. Gubuk yang ditempati tak membuatnya ciut nyali justru sangat tertantang bagaimana pesantren yang dirintisnya dapat segera bermanfaat luas bagi umat," terang Ketua Pos Dai NTB Ustadz H. Samsul Hakim kala berkunjung ke lokasi Pesantren Masyarakat Hidayatullah Lombok Timur, Jumat  (2/10).

Ia menambahkan, "Insya Allah selain bantuan rutin seperti ini, Pos Dai sangat ingin membangunkan tempat tinggal yang lebih layak untuk Ustadz Muhajirin." 

Minggu, 04 Oktober 2020

Ust Hamim Thohari: Dakwah Sukses Bila Berhasil Melahirkan Dai


JAKARTA - Dai senior yang juga anggota Dewan Penasehat Pimpinan Umum (DPPU) Hidayatullah Ust H Hamim Thohari mengatakan dakwah baru dapat dikatakan sukses apabila berhasil menghantarkan seseorang atau objek dakwah menjadi dai yang terlibat dalam dakwah. 

Dia mengungkapkan, dakwah yang sukses adalah dakwah yang mengantarkan orang akhirnya menjadi dai. 

"Dakwah manhaji adalah dakwah yang mengajak semua untuk menjadi pelaku, ini yang utama," cetusnya saat menjadi narasumber dalam Webinar Series 06 – Pra Munas V Hidayatullah seperti dilansir kanal Youtube Hidayatullah ID, Sabtu (3/10/2020)

Dia pun menyerukan agar umat Islam untuk selalu bersatu, membangun sinergi dan menghindari perpecahan. Menurutnya, semangat persatuan merupakan spirit dakwah manhaji. 

"Dakwah manhaji adalah dakwah yang bisa membangun kebersamaan. Dakwah yang melibatkan bukan saja orang tertentu tapi semua umat Islam adalah dai," katanya .

Sebagaimana diteladankan oleh Rasulullah, lanjut dia, dakwah manhaji adalah gerakan dalam rangka mengaktifkan semua potensi yang ada. 

"Para sahabat sahabat Nabi itu tidak ada yang menjadi objek dakwah, mereka semua adalah subjek dakwah," imbuhnya. 

Hamim berharap semoga kebersamaan gerakan dan ormas Islam lebih langgeng dan hakiki. Hal itu kata dia semua bisa tercapai jika antar kita dan antar golongan kita tidak saling sombong, membanggakan diri, merasa paling hebat, paling bersih dan paling suci. 

"Ketika ta'liful qulub (kesatuan hati) terjadi, maka inilah pesaudaraan kita sesungguhnya," ungkapnya. 

Lebih jauh dia menerangkan, dakwah manhaji adalah dakwah yang tersistem yang mengajak orang kepada Allah, mengajak kepada kebenaran dan kebaikan. Ia juga memuat ajakan agar manusia memiliki visi yang benar dalam hidup ini. 

Hamim menegaskan, dakwah haruslah merangkul agar umat ini berjamaah, tidak bercerai berai dan tidak sendiri sendiri. 

"Dakwah kita tidak sekedar bagaimana melayani permintaan, tetapi dakwah yang ter-manage dengan baik bagaimana kita menyatukan umat. Menjauhkan diri dari hal yang menjadikan kita terkotak kotak," katanya. 

Hamim menggambarkan dakwah seperti lautan biru. Dakwah kita ini seperti lautan biru yang terhampar luas sekali. Dia bertamsil, di udara barangkali sangat jarang didapati pernah ada tabrakan pesawat. Pernah, tapi itu sangat jarang terjadi. 

"Nah, karena dakwah kita ini luas sekali maka mestinya kita tidak perlu tabrakan apalagi perebutan jamaah. Sesuatu yang sesungguhnya sangat sangat tidak indah sama sekali. Begitu luasnya dakwah kita, apalagi tema tema yang ambil adalah tema besar seperti persoalan keummatan, kabangsaan, ekonomi, pendidikan dan kekinian yang itu tidak ada habis habisnya. 

"Itu semua, tidak bisa tidak, mengharuskan kita untuk saling bersinergi," pungkasnya. 

Webinar bertajuk “Dakwah Manhaji: Mengajak, Membela, Dan Bersama Umat Membangun Jamaah" ini juga menghadirkan narasumber Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia yang juga Ketua Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) dan Prof Dr KH Didin Hafidhuddin dan dipandu oleh Pimpinan Pesantren Tahfidz Qur'an Putra Al Kautsar Cibinong Ust Munawwir Baddu.

Senin, 28 September 2020

Sekolah Dai Sultanbatara Gelar Wisuda dan Penugasai Dai


PAREPARE - Alhamdulillah, setelah menempuh masa pendidikannya 1 tahun dengan beasiswa penuh, Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) menggelar acara wisudah dan sekaligus penugasan yang digelar di Parepare, Sulsel, Senin (28/9/2020). 

Wisuda dan penugasan dai ini dihadiri oleh segenap pengurus Posdai Sultanbatara dan Pengurus DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Silawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. 

Tampak pula hadir pula Kabid Tarbiyah DPP Hidayatullah Ust DR  Tasyrif Amin, MPd sekaligus memberikan sambutan kedua setelah sambutan pertama oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ust Drs. Mardhatillah yang juga selaku Ketua Badan Pembina Sekolah Dai Sultanbatara ini.

Acara wisuda sekaligus pembacaan SK Tugas  Dakwah bagi 16 mahasantri alumni perdana SDH Sultanbatara yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan Pendidikan Dai Sultanbatara Ust Sumariadi.

Dalam keterangannya Ketua Yayasan Pendidikan Dai Sultanbatara Ust Sumariadi mengatatakn program Sekolah Dai ini dalam rangka menyiapkan lahirnya lebih banyak lagi kader dai yang siap mengabdi di berbagai titik penugasan dakwah. 

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada berbagai pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu yang telah mendukung penyelenggeraan program ini. 

Sumaryadi berharap SDH Sultanbatara terus eksis dan penugasan perdana ini menjadi langkah awal yang baik untuk terus menjaring serta mendidik calon dai yang kelak siap mengabdikan dirinya untuk dakwah Islamiyah dalam rangka memajukan bangsa dengan dakwah pencerahan. 

Sementara itu, Kabid Tarbiyah DPP Hidayatullah DR Tasyrif Amin dalam sambutan mengungkapkan bahwasanya enam belas dai yang baru ditugaskan ini telah di bekali ilmu Al-Quran, tsafaqah Islamiyah serta ulumuddin serta ditempa kekaderannya agar dapat mengajarkan Quran di seluruh penjuru baik perkotaan hingga daerah pelosok desa. 

Dia mengingatkan bahwasanya sebagai dai, kita harus selalu berusaha memperbaiki kepribadian diri dengan mendekat kepada Allah SWT. Pribadi yang berkarakter insya Allah diharapkan dapat juga membentuk karakter umat yang dibinanya. 

Adapun nama nama dan tempat tugas dai muda ini yakni Amri Hidayat bertugas di Sinjai, sebuah kawasan pedalaman di Masago-Bone. Asman bertugas di Maros, Aswal di Polewali, Ahmad Usamah di Kajang-Bulukumba, Muhammad Asril di Luwu Utara.

Kemudian ada Jumaidi yang bertugas di Makassar, Khoiril Mukhtar di Sinjai, La Ode Iwu di SDH Sultanbatara, Muhammad Azhim di Kampus Madya Kendari, M. Alham A di Maros, Rahman Abdillah di Kolaka Utara dan Ridwan di Konawe.

Selanjutnya ada Muhammad Sandi ditugaskan berangkat ke Sidrap, Syahril dilempar ke Lambara, Sofyan ditempatkan di Mamasa dan terakhir Wawan Kurniawan yang ditugaskan menyeberang laut untuk mengabdi di Kepulauan Selayar.

FOTO DOKUMENTASI








Rabu, 23 September 2020

Alhamdulillah Sekolah Dai Sumatera Selatan Hadir Kuatkan Dakwah


PALEMBANG - Alhamdulillah, Sekolah Dai kini hadir di Palembang, Sumatera Selatan. Sekolah Dai adalah pendidikan khusus untuk mencetak para dai yang siap di tugaskan. 

Para calon dai ini dibina dalam sebuah ma’had layaknya sebuah pesantren, agar mereka dapat dibekali ilmu-ilmu dakwah, teori dan praktek sekaligus,dan terbina aspek ruhiyah.

Kehadiran Sekolah Dai Sumatera Selatan selain dalam rangka mendukung ikhtiar gerakan dakwah, juga mengukuhkan penguatan mutu dan kualitas dai yang nantinya akan dikirim ke berbagai daerah yang membutuhkan. 

Sekolah Dai adalah pendidikan yang diselenggarakan khusus untuk mencetak para dai yang siap diterjukan di daerah di seluruh Indonesia yang membutuhkan kehadiran seorang dai di sana.


Sistem pendidikannya adalah boarding dengan nuansa pesantren yang islamiyah, alamiah, dan ilmiah. Masa pendidikannya 1 tahun dengan beasiswa penuh. 

Materi yang diajarkan adalah Al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Manhaj Nabawiyah, Ilmu-ilmu Dakwah, Kekaderan Juru Dakwah dan Komunikasi dan Teknologi.

Kini para lulusan sekolah ini telah hadir di berbagai lapisan masyarakat hingga di pedalaman Suku Wana di Sulawesi Tengah, Nias, Papua dan di suku Togutil di Halmahera, dan daerah lain di Indonesia.

f

Jumat, 18 September 2020

Dai Pedalalam Suku Terasing Berbagi Spirit di Sekolah Dai Sultanbatara


PAREPARE - Dai Ust Muhaimin yang mengabdi di pedalaman membersamai suku terasing Suku Ta Wana berkesempatan mampir di Sekolah Dai Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) yang berlokasi di Pesantren Hidayatullah di Jalan Sakinah, Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Pada kunjungannya tersebut pada Jum'at (18/9/2020), Ust Muhaimin berbagi pengalaman dakwah di hadapan mahasantri Sekolah Dai Sultanbatara dan para jamaah. 

Ia berpesan kepada para calon dai untuk senantiasa meluruskan niat dalam membawa agama Islam untuk segenap umat manusia. Dai yang dalam dirinya masih ada interest pribadi atau interest dunia lainnya, akan kewalahan dalam menjalankan amanah dakwah yang tidak ringan. 


Karenanya, beliau berpesan untuk terus meneguhkan cita cita mati syahid sebagai harapan tertinggi bagi seorang muslim. Orang yang berdakwah dan berjuang untuk menyebarkan risalah Islam adalah orang yang terus berkomitmen memperbaiki diri. 

Sementara itu, Ketua Posdai Sulsel Ust Habibi Nur Salam mengatakan Sekolah Dai Sultanbatara diselenggarakan dalam rangka melahirkan kader dai yang nantinya akan ditugaskan ke berbagai titik mengabdi di tengah umat. 

Habibi menandaskan, beragam program Posdai Sulsel lainnya terus digalakkan terutama dalam penguatan kapasitas dan mutu dai serta pengarusutamaan gerakan dakwah Al Qur'an melalui Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al Qur'an (Grand MBA).

Posdai Sampaikan Materi Bintal di Badan Keuangan Pemkab Gorontalo


GOTONTALO - Posdai Gotontalo mengisi materi pembinaan mental spiritual (bintal) untuk penguatan bekal keagamaan yang diikuti oleh Kepala serta segenap staf dan karyawan Badan Keuangan Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang berlangsung pada Jum'at (18/9/2020). 

Acara yang berlangsung di Ruang Upango Kantor Badan Keuangan Pemerintah Kabupaten Gorontalo ini, Ketua Posdai Gorontalo Ust Syaiful Yusuf yang juga mengampu sebagai pembina di Majelis Quran, menyampaikan materi tentang konsep niat ikhlas.


Dia memaparkan, segala amal pekerjaan dan ibadah yang kita lakukan mesti diniatkan semata karena Allah dalam rangka menggapai ridha dan keberkahan-Nya.

Disamping niat, ia juga menekankan tentang keutamaan menjaga shalat dan bacaan Al Quran dalam mengarungi kehiduna sehari hari, khususnya dalam lingkungan kerja. 

Setelah kajian singkat, kegiatan rohani rutin ini dilanjutkan dengan pembelajaran tahsin sekaligus setoran hafalan surah surah pendek dari peserta Tahfidzul Quran kepada Ustadz Syaiful Yusuf.

Kegiatan ini berlangung khidmat dan berjalan lancar dengan tetap melakukan penerapan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.


Sabtu, 22 Agustus 2020

Posdai Lakukan Trauma Healing untuk Korban Bencana Masamba

POSDAI SULTENG memberikan materi proses penyembuhan pascatrauma (trauma healing) kepada korban pasca bencana banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, belum lama ini.

Trauma healing yang digugu langsung oleh Ketua Pos Dai Sulawesi Tengah Ust Muhammad Ali Murthadho ini diikuti oleh warga korban bencana yang masih berada di di pengungsian ini.

Selain orang dewasa, kegiatan ini juga diikuti oleh anak anak muslim korban bencana banjir bandang Masamba Luwu Utara Sulawesi Selatan. Mereka juga mendapatkan bingkisan istimewa sebagai pelipur lara.

Ali Murtadho mengatakan kegiatan ini adalah upaya mengembalikan dan mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an. Apalagi di tengah suasana bencana alam yang tentunya masih amat sangat membekas di benak mereka.

Menurutnya, materi trauma healing yang diberikan memuat pesan pesan substantif dari nilai nilai utama yang digali dari Al Qur'an sehingga dapat dirasakan keberkahannya oleh umumnya masyarakat muslim yang dilanda musibah.

Ia menjelaskan, Al-Qur’an adalah sarana yang paling efektif untuk mengatasi berbagai persoalan kehidupan termasuk bencana alam yang dialami oleh manusia.

Ali menegaskan bahwa meski bencana telah berlalu, kegiatan ini akan terus berjalan hingga warga semakin tersadarkan dengan Al-Qur’an.



Connect