Carousel

Rabu, 23 September 2020

Alhamdulillah Sekolah Dai Sumatera Selatan Hadir Kuatkan Dakwah


PALEMBANG - Alhamdulillah, Sekolah Dai kini hadir di Palembang, Sumatera Selatan. Sekolah Dai adalah pendidikan khusus untuk mencetak para dai yang siap di tugaskan. 

Para calon dai ini dibina dalam sebuah ma’had layaknya sebuah pesantren, agar mereka dapat dibekali ilmu-ilmu dakwah, teori dan praktek sekaligus,dan terbina aspek ruhiyah.

Kehadiran Sekolah Dai Sumatera Selatan selain dalam rangka mendukung ikhtiar gerakan dakwah, juga mengukuhkan penguatan mutu dan kualitas dai yang nantinya akan dikirim ke berbagai daerah yang membutuhkan. 

Sekolah Dai adalah pendidikan yang diselenggarakan khusus untuk mencetak para dai yang siap diterjukan di daerah di seluruh Indonesia yang membutuhkan kehadiran seorang dai di sana.


Sistem pendidikannya adalah boarding dengan nuansa pesantren yang islamiyah, alamiah, dan ilmiah. Masa pendidikannya 1 tahun dengan beasiswa penuh. 

Materi yang diajarkan adalah Al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Manhaj Nabawiyah, Ilmu-ilmu Dakwah, Kekaderan Juru Dakwah dan Komunikasi dan Teknologi.

Kini para lulusan sekolah ini telah hadir di berbagai lapisan masyarakat hingga di pedalaman Suku Wana di Sulawesi Tengah, Nias, Papua dan di suku Togutil di Halmahera, dan daerah lain di Indonesia.

Jumat, 18 September 2020

Dai Pedalalam Suku Terasing Berbagi Spirit di Sekolah Dai Sultanbatara


PAREPARE - Dai Ust Muhaimin yang mengabdi di pedalaman membersamai suku terasing Suku Ta Wana berkesempatan mampir di Sekolah Dai Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) yang berlokasi di Pesantren Hidayatullah di Jalan Sakinah, Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. 

Pada kunjungannya tersebut pada Jum'at (18/9/2020), Ust Muhaimin berbagi pengalaman dakwah di hadapan mahasantri Sekolah Dai Sultanbatara dan para jamaah. 

Ia berpesan kepada para calon dai untuk senantiasa meluruskan niat dalam membawa agama Islam untuk segenap umat manusia. Dai yang dalam dirinya masih ada interest pribadi atau interest dunia lainnya, akan kewalahan dalam menjalankan amanah dakwah yang tidak ringan. 


Karenanya, beliau berpesan untuk terus meneguhkan cita cita mati syahid sebagai harapan tertinggi bagi seorang muslim. Orang yang berdakwah dan berjuang untuk menyebarkan risalah Islam adalah orang yang terus berkomitmen memperbaiki diri. 

Sementara itu, Ketua Posdai Sulsel Ust Habibi Nur Salam mengatakan Sekolah Dai Sultanbatara diselenggarakan dalam rangka melahirkan kader dai yang nantinya akan ditugaskan ke berbagai titik mengabdi di tengah umat. 

Habibi menandaskan, beragam program Posdai Sulsel lainnya terus digalakkan terutama dalam penguatan kapasitas dan mutu dai serta pengarusutamaan gerakan dakwah Al Qur'an melalui Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al Qur'an (Grand MBA).

Responsive Leaderboard Ad Area

Posdai Sampaikan Materi Bintal di Badan Keuangan Pemkab Gorontalo


GOTONTALO - Posdai Gotontalo mengisi materi pembinaan mental spiritual (bintal) untuk penguatan bekal keagamaan yang diikuti oleh Kepala serta segenap staf dan karyawan Badan Keuangan Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang berlangsung pada Jum'at (18/9/2020). 

Acara yang berlangsung di Ruang Upango Kantor Badan Keuangan Pemerintah Kabupaten Gorontalo ini, Ketua Posdai Gorontalo Ust Syaiful Yusuf yang juga mengampu sebagai pembina di Majelis Quran, menyampaikan materi tentang konsep niat ikhlas.


Dia memaparkan, segala amal pekerjaan dan ibadah yang kita lakukan mesti diniatkan semata karena Allah dalam rangka menggapai ridha dan keberkahan-Nya.

Disamping niat, ia juga menekankan tentang keutamaan menjaga shalat dan bacaan Al Quran dalam mengarungi kehiduna sehari hari, khususnya dalam lingkungan kerja. 

Setelah kajian singkat, kegiatan rohani rutin ini dilanjutkan dengan pembelajaran tahsin sekaligus setoran hafalan surah surah pendek dari peserta Tahfidzul Quran kepada Ustadz Syaiful Yusuf.

Kegiatan ini berlangung khidmat dan berjalan lancar dengan tetap melakukan penerapan protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah.


Jumat, 21 Agustus 2020

Posdai Lakukan Trauma Healing untuk Korban Bencana Masamba

POSDAI SULTENG memberikan materi proses penyembuhan pascatrauma (trauma healing) kepada korban pasca bencana banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, belum lama ini.

Trauma healing yang digugu langsung oleh Ketua Pos Dai Sulawesi Tengah Ust Muhammad Ali Murthadho ini diikuti oleh warga korban bencana yang masih berada di di pengungsian ini.

Selain orang dewasa, kegiatan ini juga diikuti oleh anak anak muslim korban bencana banjir bandang Masamba Luwu Utara Sulawesi Selatan. Mereka juga mendapatkan bingkisan istimewa sebagai pelipur lara.

Ali Murtadho mengatakan kegiatan ini adalah upaya mengembalikan dan mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an. Apalagi di tengah suasana bencana alam yang tentunya masih amat sangat membekas di benak mereka.

Menurutnya, materi trauma healing yang diberikan memuat pesan pesan substantif dari nilai nilai utama yang digali dari Al Qur'an sehingga dapat dirasakan keberkahannya oleh umumnya masyarakat muslim yang dilanda musibah.

Ia menjelaskan, Al-Qur’an adalah sarana yang paling efektif untuk mengatasi berbagai persoalan kehidupan termasuk bencana alam yang dialami oleh manusia.

Ali menegaskan bahwa meski bencana telah berlalu, kegiatan ini akan terus berjalan hingga warga semakin tersadarkan dengan Al-Qur’an.



Responsive Leaderboard Ad Area

Selasa, 18 Agustus 2020

Momentum Dirgahayu Kemerdekaan, Posdai Salurkan Natura Dai Mengabdi

DAI SEBAGAI penyebar risalah Islam dengan mengabdikan diri di pedalaman, daerah minoritas, terluar, terpencil dan membina muallaf suku terasing.

Pengabdian mereka memang belumlah seberapa dengan perjuangan para pahlawan bangsa. Namun komitmen mereka untuk terus membangun negeri dengan gerakan pencerahan umat patutlah diberikan apresiasi.

Pada momentum peringatan Dirgahayu 75 Tahun Indonesia Merdeka kali ini, Posdai menyalurkan natura kepada puluhan dai yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia di luar Pulau Jawa.

Natura tersebut sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih kepada para dai yang telah rela mengorbankan waktu dan tenaganya mengabdi menjadi penyuluh agama Islam terutama bagi mereka yang berjuang di kawasan terpencil yang sukar dijangkau.

Kepala Divisi Program Posdai, Ma'rifatullah, mengatakan apresiasi untuk dai ini merupakan sumbangsih materi dari donatur yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap pengembangan dakwah.

Diharapkan dengan apresiasi ini semakin meneguhkan kiprah dai dan semakin meneguhkan pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa terutama dalam pengajaran Al Qur'an dan aqidah Islamiyah.



Sabtu, 15 Agustus 2020

Siapkan Dai Mengabdi, Posdai Hadirkan Sekolah Dai Sumatera Selatan dan Jawa Barat

BAGAIMANAPUN kondisinya, sebagai muslim, apalagi berstatus sebagai kader dai, segala upaya kebaikan harus terus dilakukan sebagai bentuk mujahadah dalam rangka menggapai kemuliaan di sisi-Nya.

Nilai utama itulah yang sejatinya menjadi karakter setiap dai sebagai suluh bangsa, sebagaimana pula ditegaskan dalam Al Qur’an dalam surah Al Insyirah ayat 7: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.

Salah satu bentuk kesungguhan itu adalah menguatkan dakwah dengan ikhtiar menyiapkan lahirnya lebih banyak dai yang kelak mengabdikan dirinya untuk agama, mengabdi di pelosok, mendampingi muallaf, mengajarkan huruf demi huruf Al Qur’an kepada anak-anak negeri.

Dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan, keamanan, seraya mencermati pola dan melakukan penyesuaian pada perkembangan yang ada selama masa pandami ini, Sekolah Dai yang berada di bawah pengelolaan lembaga Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) kembali membuka pendaftaran peserta didik baru untuk tahun akademik 2020.

Setelah sebelumnya menghadirkan Sekolah Dai Ciomas Bogor Sekolah Dai Jakarta, dan Sekolah Dai Sultanbatara (Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara), kali ini Sekolah Dai juga hadir di Jawa Barat dan Sumatera Selatan.

Sekolah Dai menyelenggarakan pendidikan 1 tahun dengan full beasiswa bagi peserta didik. Selain full beasiswa, Sekolah Dai juga memiliki 3 program takhassus yaitu Takhasus Al-Qur'an, Takhasus Bahasa Arab dan Takhasus Pengkaderan Dai.

Sekolah Dai membidik pemuda yang siap dididik dan dibina untuk menjadi kader muallim dan setelah menyelesaikan pendidikannya siap menjadi dai mengabdi di masyarakat.

Dari penempaan di Sekolah Dai diharapkan menghasilkan output lulusan yang hafidz Qur'an minimal 5 Juz berstandar sanad, hafal dan menguasai Matan Al-Jazariyah, mampu menjadi muallim Qur'an Grand MBA terstandar. Selain itu, output Sekolah Dai juga diharapkan mengampu Bahasa Arab lisan dan tulisan, memiliki skill dai dan wawasan ilmu syar'i serta hafal Hadist Arbain An-Nawawi.

Adapun sejumlah fasilitas Sekolah Dai yang ada saat ini diantaranya adanya asrama, ruang belajar, masjid, dan beasiswa sepenuhnya sehingga peserta didik dapat lebih fokus dalam mengambangkan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai calon dai.

Beberapa syarat pendaftaran Sekolah Dai yaitu: lulusan SMA/Sederajat atau setidak-tidaknya telah berusia 18 tahun, bisa membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, siap mondok sampai selesai, mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan syarat administrasi, menandatangani lembar komitmen mahasantri dan mendapatkan rekomendasi dari ustadz/ Pesantren Hidayatullah terdekat dari kota asal.

Adapun administrasi atau atau berkas pendaftaran yang perlu disiapkan adalah mengisi formulir, menyerah foto copy ijazah SMA/Sederajat 3 Lembar, menyerahkan foto copy KK dan KTP yang masih berlaku, menyerahkan Foto 2x3 & 3x4 masing masing 3 l lembar dan menyerahkan Surat Rekomendasi dari DPW/ DPD Hidayatullah atau lembaga lain (jika sebagai pendaftar utusan).

Alamat kampus Sekolah Dai Sumatera Selatan Jln DI Panjaitan Lr. Pertahanan, Samping Yayasan Al Kautsar Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Mobile-phone: 085380181290/ 082264088333.

Sekolah Dai Bandung Jawa Barat, Kampus: Jalan Ciwaru Wetan No. 1A RT.01 RW. 04 Desa Cilengkrang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Mobile phone: 087821119888/ 085722548552/ 085281451515.

Senin, 10 Agustus 2020

Mantapkan Masa Orientasi Santri Sekolah Dai Sultanbatara

KETUA UMUM Pemuda Hidayatullah, Imam Nawawi, mendapat kesempatan hadir sebagai pembicara dalam masa orientasi Sekolah Dai Posdai bagian Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) yang berlokasi di Pesantren Hidayatullah di Jalan Sakinah, Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin  (10/8/2020).

Dalam uraiannya, pria yang juga Pemred Majalah Mulia itu mendorong agar para santri Sekolah Dai Hidayatullah berani tampil percaya diri dalam mendakwahkan Islam.

"Kaum muda hari ini harus memahami betapa Islam itu indah dan dibutuhkan fitrah manusia. Maka kesempatan belajar dan menempa diri di Sekolah Dai Hidayatullah ini harus menjadi kesempatan untuk merasakan betul manisnya iman," katanya.

Sehingga, lanjut Imam, santri siap secara mental dalam mendakwahkan Islam, punya rasa percaya diri dan superioritas karena apa yang disampaikan dirasakan betul manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kata dia, santri juga harus membuka diri, membuka wawasan, dan menjadi  sosok-sosok dai yang bisa memberikan sistem penjelas indahnya ajaran Islam kepada umat dengan bahasa masyrakat dimana tugas dakwah diemban.

“Disamping juga jangan lupa bekali diri dengan skill tertentu, sehingga dakwah bisa mandiri dan menginspirasi umat," imbuhnya.

Kepala Sekolah Dai Hidayatullah Parepare, Ustaz Sumaryadi menegaskan bahwa program Sekolah Dai ini adalah dalam rangka menguatkan barisan kaderisasi dan pendidikan kader dai muda untuk berdakwah di masyarakat.

"Sekolah Dai Hidayatullah di Parepare ini dimaksudkan untuk melahirkan kader dai muda yang siap terjun ke medan dakwah dengan semangat tinggi, skill yang memadai dan tentu saja berangkat dari ilmu yang diamalkan, sehingga ada keberkahan," kata Sumaryadi.

"Karena dakwah tak sekedar butuh ilmu tapi juga pengamalan yang dijiwai dan dirasakan keindahannya dalam diri sendiri.  Mereka tetap harus menjadi sosok pembelajar hingga mati, karena dakwah dinamis dan berkesinambungan," tutupnya.
Connect